Skip to main content

Posts

Tips Kepalan Tangan | Teknik Pukulan

Salam buat kita semua semoga senantiasa sehat dalam berkat Yang Kuasa. Kesempatan kali ini saya akan memberikan tips bagaimana sikap tangan apabila melakukan teknik pukulan. Alasan mengapa saya menulis hal ini supaya meski teknik pukulan terlihat sepele ataupun sederhana namun tahukah kamu jika teknik yang baik selain membuat pukulanmu bertenaga dan nyaman dilakukan tentunya aman untuk dirimu sendiri alias mengurangi cedera yang akan menimpamu. Hal ini saya dapatkan seturut pengalaman berlatih seni bela diri Taekwondo dan Hapkido. Apabila nanti ada perbedaan ataupun yang kurang sesuai semoga kalian sebagai pembaca juga bisa memfilter dengan bijak dan apabila berkenan dapat meninggalkan komentar agar kita bisa saling berbagi dan bercerita pengalaman kita semua. Eitsss, langsung saja yuks saya berikan tipsnya, dan ingat lho ini hanya seturut pengalaman saya selama belajar mengenai teknik pukulan. Pada bagian awal ini saya   memberikan saran untuk kepalan tangan yang baik se...

Teknik Fundamental dalam Pertahanan Diri

Hallo... lama ga berjumpa lagi di blog sederhana ini. Yang baru aja mampir dan lihat blog ini, saya sangat berterima kasih. Silahkan bisa melihat tulisan sederhana lainnya di blog ini ataupun berkunjung ke channel saya. Pada kesempatan kali ini saya bercerita dan tepatnya berbagi dari pengalaman selama ini. Banyak dari kita telah mengetahui banyak seni bela diri yang ada dan memiliki sejarah panjang masing-masing, bahkan belakangan ini semakin banyak bela diri yang bermunculan. Well.. , menurut saya itu wajar saja, namun bagi saya pribadi itu sangatlah tidak bijak apabila satu dengan lainnya saling menjelekkan dan membenarkan siapakah yang paling hebat. Semakin banyaknya seni bela diri ataupun bela diri praktis yang ada saat ini menggugah saya untuk berbagi tentang teknik fundamental pertahanan diri yang bisa dilatih dan dimiliki oleh orang awam sekalipun. Saya menulis ini berdasarkan dari apa yang ada dalam benak saya dengan harapan hal ini bisa memperkaya dan bersanding d...

Sombong? Bukan Dia Banget!

Pada kesempatan baik ini saya akan membagikan pengalaman berjumpa dengan seseorang yang berdedikasi dan berkarya di bidangnya. Perjumpaan bermula dari salah satu konten video yang saya buat dan kemudian partner konten saya tersebut memperkenalkan dengan dirinya. Dia yang bernama lengkap Tofan Gustyawan atau sering disapa Tofan ini mengajak saya untuk menjadi salah satu tamu di konten miliknya dan mengajak saya mengulas tentang seni bela diri seturut pengalaman saya.  Usut punya usut setelah kami bekerja sama dalam pembuatan konten tersebut ternyata Tofan ini memiliki segudang pengalaman yang gak bisa dianggap sebelah mata lho.. . Pria kelahiran Agustus 1991 di Temanang (Sintang, Kalimantan Barat ) ini telah menyelasaikan 2 studi bergengsi yaitu S1 Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan S2 Penciptaan Seni Teater di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Setelah menyelesaikan kedua studinya tersebut sekarang dia berkarya sebagai Guru Bahasa Indone...

Siapa "Aku"? Kenali, Cerita, dan Berbagi!

Pada tanggal 13- 15 Maret 2020 yang lalu lalu saya sempat diundang dan berkesempatan menjadi pembicara dalam acara Leadership Course yang diselenggarakan oleh Taekwondo Universitas Atma Jaya Yogyakarta di Wisma Lentera Kasih, KulonProgo, D.I. Yogyakarta. Leadership Course atau yang mereka sering sebut dengan LC ini ternyata sudah yang ke 21 dan kali ini mengusung tema “Set Your Vision, Get Your Move”. Tentunya ada alasan dan tujuan mengapa para anak muda ini mengambil tema ini. Para anak muda yang menjadi panitia ataupun peserta ini sebagian besar merupakan para mahasiswa yang hingga tulisan ini dibuat masih giat berlatih Taekwondo dengan latar belakang disiplin ilmu akademik yang berbeda pula. Meskipun diselenggarakan oleh Taekwondo Universitas Atma Jaya namun ternyata panitia sangat terbuka dan juga memberikan kesempatan kepada peserta lain, bagi mereka yang tidak berlatih Taekwondo dan juga dari disiplin seni bela diri lainnya seperti beberapa murid saya dari Hapkido Politeknik M...

Temanku, si Kecil dari Manggarai

Hallo apa kabar semua, lama aku tidak menulis dan berbagi lagi di blog ini. Kali ini aku mencoba menuliskan pengalaman seorang teman yang pada masa itu sempat berdinamika bersama dalam berlatih seni bela diri dan saat jumpa kali ini telah mampu membagikan pengalaman pribadinya bersama murid-muridnya. Temanku ini bernama Fransiskus Solanus Petor, namun pemuda kelahiran Manggarai tahun 1993 ini lebih senang dipanggil dengan nama Allan. Aku berjumpa dengan Allan saat dia memulai berlatih seni bela diri di tahun 2013 dan tanpa disangka ternyata temanku ini juga mencapai tingkatan Black Belt (DAN 1) di tahun 2019 sehingga merasakan juga menjadi seorang Sabeum (pelatih). Aku penasaran kenapa Allan mau belajar dan mengejar tingkatan seni bela diri Taekwondo hingga Black Belt. Allan menyampaikan alasan ikut berlatih bela diri adalah kesadaran akan postur tubuhnya yang kecil dan sering di bully oleh teman-temannya pada masa kecil. Menurut Allan, keinginan sejak masih duduk di Sekolah...

Berbahaya? Jangan Lakukan ini!

Apa kabarnya nih? Semoga selalu sehat dan bugar ya. Well , kali ini aku akan membahas bela diri dari sudut penggunaannya, tentunya yang positif untuk menjaga diri dari ancaman, bukan untuk berkelahi, menyakiti, atau seenaknya memperlakukan orang lain. Itu salah satu harapan yang ideal dan positif saat   menekuni aktifitas berlabel “belajar” bela diri. Lalu, bagaimana apabila ga semua hal itu ideal dan sesuai harapan positif seperti filosofi tiap seni bela diri ataupun pelatih berikan kepada muridnya? Kali ini aku akan mencoba mengulasnya, melihat lebih dalam dan seturut pengalamanku. Tidak semua hal selalu seperti yang kita mau kan? Bahkan di tempat latihan pun banyak hal-hal di luar dugaan. Nah, bagaimana apabila kita ada di luar sana, bukan di tempat latihan? Semua menjadi tidak ideal dan sulit kita tebak. Sebagai seorang praktisi bela diri, aku akan memberikan sedikit tips hal apa saja yang sebaiknya kita perhatikan saat diri kita sedang terancam. Aku memikirkan setidaknya ...